Peristiwa

Satu-Satunya Anggota Brimob Dari Suku Baduy

Jumat, 02 Februari 2018 02:02 WIB

 

 

Salah satunya suku Baduy yang menjalani kehidupannya di alam di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Dalam suku baduy terdapat dua kelompok yaitu suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam, perbedaan yang paling mendasar dari kedua kelompok tersebut adalah dalam menjalankan pikukuh atau aturan adat. Jika Baduy Dalam masih memegang teguh adat dan menjalankan aturan adat dengan baik. Sebaliknya tidak dengan saudaranya Baduy Luar yang lebih terbuka dengan perkembangan zaman bahkan Jaro atau Kepala Suku Baduy Luar membolehkan setiap warganya yang ingin bersekolah menuntut ilmu pengetahuan. Maka tidak jarang masyarakat suku Baduy Luar ada yang berhasil menjadi pekerja atau pegawai pemerintahan bahkan ada yang berhasil menjadi anggota Polri dan TNI.

Saat ini tercatat ada 22 warga suku Baduy Luar yang berhasil menjadi anggota Polri dan TNI. Salah satunya Briptu Riky Yakub anggota Provos Kompi 2 Batalyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri yang merupakan anak angkat Jaro Dainah Kepala suku Baduy Luar. Riky Yakub keturunan asli suku Baduy sejak kecil tinggal di luar bersama orang tua kandungnya di Kampung Muara Cipeuyah, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Meskipun Riky dan keluarganya memeluk agama Islam tetapi Ia tetap diterima oleh masyarakat suku Baduy karena di dalamnya masih banyak saudara dan kerabat.

Menurut cerita Riky, di kampungnya dulu sering terjadi tindak kejahatan bahkan hampir beberapa kali orang tuanya sendiri menjadi korban perampokkan yang dilakukan oleh orang dari luar kampungnya. Atas peristiwa itu, memotivasi pria kelahiran Lebak tahun 1990 ini menjadi seorang anggota Polri dengan harapan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat disekitar tempat tinggalnya.

Pada tahun 2010 lalu, Riky dan kedua orang temannya ditunjuk untuk mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri di Polda Banten perwakilan dari suku Baduy. Riky pun antusias dan sungguh-sungguh mengikuti setiap tahapan tes dan akhirnya dari ketiga orang perwakilan suku Baduy hanya Riky yang dinyatakan lolos dan mengikuti pendidikan di Pusdik Brimob Watukosek. Mengetahui dirinya terpilih menjadi Brimob, Riky merasa bangga karena diketahui sebelumnya Brimob adalah pasukan elit Polri yang terlihat gagah dan sangat disiplin.

Terpilihnya Riky menjadi Brimob juga disambut rasa bangga oleh Jaro Dainah selaku Kepala Suku Baduy Luar.  “Riky kini menjadi anggota Brimob dan keberhasilan Riky bisa memotivasi anak-anak muda suku Baduy untuk lebih maju dan berkembang dalam meraih impian dan cita-citanya”,Harap Jaro Dainah.

Lebih lanjut dijelaskan Jaro Dainah, jika dalam suku Baduy ada yang menjadi seorang penegak hukum atau anggota Polri, pasti hal itu akan berdampak positif bagi masyarakat di dalam suku Baduy sendiri. Ia menerangkan dahulu masyarakat Suku Baduy tidak mengetahui aturan-aturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, masyarakat suku Baduy hanya berpegang dengan aturan dan hukum adat saja. Namun setelah ada beberapa warganya yang menjadi anggota Polri dan TNI, perlahan masyarakat menyadari dan mengetahui adanya aturan-aturan tersebut. Bahkan saat ini kebanyakan masyarakat baik Suku Baduy Luar maupun Suku Baduy Dalam sudah sadar hukum.

Riky Yakub sejak menjadi  anggota Brimob namanya lebih dikenal oleh masyarakat Suku Baduy dan ditempat tinggal kedua orang tuanya di Kampung Muara Cipeuyah, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

 Menurut Zakaria selaku Ketua Pemuda di Kampung Muara Cipeuyah, sejak Riky menjadi anggota Brimob banyak sekali hal-hal positif yang dia perbuat demi kemajuan kampung.  Seperti menggerakkan anak muda dan masyarakat sekitar untuk bergotong-royong dalam membangun Mushola di Kampungnya. Awalnya tokoh pemuda ini ragu akan rencana Riky untuk membangun Mushola Kampung orang tua tinggal. Karena kepercayaan masyarakat terhadap perangkat desa sebelumnya yang merencakan pembangunan mushola selama tiga puluh tahun belum terealisasi. Namun dengan perjuangan dan kegigihan Briptu Riky dalam meyakinkan hati masyarakat sekitar, akhirnya pada tahun 2016 lalu Mushola Jami Nurul Iman yang dirintisnya mulai tahun 2014 bisa berdiri dan masyarakat di Kampung Muara Cipeuyah bisa beribadah dengan nyaman.