Satuan Latihan

Satya, Cendekia, Dharma

Satuan Latihan

SEJARAH SATUAN LATIHAN KORBRIMOB POLRI

Sebelum terbentuknya SatuanLatihan Korbrimob Polri (Satlat Korbrimob Polri), Detasemen Latihan Korbrimob (Demlat Korbrimob) telah berdiri  dahulu dan menjadi detasemen latihan yang mempunyai unsur pelaksana utama yang mempunyai tugas menyelenggarakan fungsi pelatihan Brimob Polri baik terpusat maupun kewilayahan dalam melakukan pelatihan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga asistensi bimbingan teknis latihan Dan mengkaji serta mengembangkan taktik dan teknik kemampuan Brimob Polri. Tugas, Pokok dan Fungsi Demlat Korbrimob Polri ialah merencanakan serta melaksanakan program latihan Polri lebih khusus Korps Brimob diikuti perwakilan Brimob baik dari Markas Komando Korbrimob maupun Satbrimob wilayah Polda seluruh Indonesia. Materi yang akan dilatihkan antara lain TOT PHH, Sispamkota, TOT HARWAT ALAT Anti Teror dan Jibom, Para Dasar serta FREE FALL

  1. Pelatihan kemampuan PHH

Sesuai dengan perkembangan dan perubahan di bidang supremasi hukum, transparasi, demokrasi dan fenomena mengemukakan pendapat yang dilakukan masyarakat maka Polri khususnya Korbrimob dituntut untuk senantiasa meningkatkan sumber daya yang profesional, mahir, bermoral, patuh hukum dan terpuji. Dengan cara memelihara dan meningkatkan kemampuan perorangan dan kesatuan agar mampu menanggulangi setiap kerusuhan yang terjadi dalam rangka memelihara keamanan dalam negri yang kondusif.

Pelatihan kemampuan PHH setiap Triwulannya yang diikuti 400 personil selain meningkatkan kemampuan perorangan dan kesatuan juga sebagai langkah kesiapsiagaan kesatuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh satuan wilayah atau Bantis Operasional Kewilayahan dalam menghadapi kerusuhan massa.

 

  1. Pelatihan Kemampuan Resmob

Dilakukan guna mengantisipasi atas berkembangnya lingkungan strategi baik global, regional maupun nasional yang akan berimplikasi terhadap perkambangan kejahatan mulai dari kejahatan konvensional sampai transnasional. Dan kejahatan terhadap kekayaan negara serta kejahatan yang berimplikasi kontijensi. Hal itu dilakukan karena Korbrimob Polri merupakan bagian dari Polri yang mempunyai tugas pokok menanggulangi kejahatan berintensitas tinggi dengan kemampuan Reserse Mobile.

 

  1. Pelatihan Kemampuan KBR

Diberikan kepada anggota Korbrimob Polri dalam rangka mengantisipasi perkembangan aksi terorisme yang diperkirakan pada masa mendatang tidak hanya menggunakan bahan peledak semata melainkan menggunakan senjata kimia, biologi dan radioaktif yang merupakan senjata pemusnah massal yang paling berbahaya.

 

  1. Pelatihan Kemampuan Wanteror

Kemampuan ini selalu diasah oleh anggota di jajaran Korbrimob Polri dalam pelatihan mengingat ancaman dan teror bom yang selalu berkembang serta (Teroris) tersebut merupakan kejahatan bersifat International yang menimbulkan bahaya terhadap keamanan, dan dapat merugikan kesejahteraan masyarakat sehingga perlu dilakukan pemberantasan secara berencana dan berkesinambungan.

Oleh karena itu, anggota brimob dituntut lebih terampil dan mahir serta selalu siap siaga dalam mengantisipasi dan memberantas terorisme. Dengan pemberian materi latihan Lawan Terorisme (Wanteror) diharapkan anggota Brimob selalu siap dan mampu mengemban tugas dalam melakukan pemberantasan terorisme.

  1. Pelatihan Kemampuan Jibom

Diberikan kepada personil Korbrimob Polri dibagi menjadi dua materi yaitu materi pokok yang meliputi: kemampuan deteksi dan sterilisasi  area, mengidentifikasi handak, menjinakan bom, mengevakuasi bom, pengolahan TKP, TPKP kasus bom serta ketrampilan memusnahkan (disposal) bom. Dan materi pendukung antara lain : pengetahuan protap penjinakan bom, pengetahuan Harwat Alsus Jibom, pengembangan dan penelitian taktik  dan teknik pemusnahan bahan peledak/bom (Disposal) dsb.

Dengan konsep latihan jibom secara simultan, pasial dan terpusat dalam rangka meningkatkan kemampuan penjinakam bahan peledak atau bom sehingga Brimob Polri mampu menanggulangi kejahatan dengan kekerasan utamanya yang menggunakan senjata api dan bahan peledak/bom.

 

  1. SISPAMKOTA

Selain pemberian pelatihan akan  kemampuan Brimob kepada anggota Korbrimob Polri, Puslat Korbrimob Polri juga memberikan pelatihan sistem pengamanan kota (Sispamkota) bagi inspektur Brimob perwakilan seluruh indonesia guna menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai tugas yang harus diemban Polri dalam mewujudkan perdamaian dengan membuat sistem, pola maupun strategi pengamanan yang memadai.

 

  1. TOT PHH

Program lainnya yang diperuntukan bagi inspektur Brimob adalah TOT PHH dalam rangka mengantisipasi tindakan-tindakan anarkis dan menghindari  terjadinya pelanggaran HAM, maka perlu adanya kader-kader instruktur PHH yang profesional sesuai dengan standar kompetensi. Hal ini dimaksudkan agar tercipta instruktur yang mempunyai fisik yang baik dan mental yang tangguh dalam mendukung Profesionalisme dalam pelaksannan tugas. Pelatihan TOT Harwat Wanteror dan jibom juga diselenggarakan bagi inspektur Brimob Polri agar lebih mahir dan siap menghadapi ancaman teror maupun bahan peledak/bom.

 

  1. FREE FALL

Sebagai pendukung tugas dalam penindakan terhadap kejahatan berintesitas tinggi dengan berbagai rintangan dan tantangan, maka puslat menyelenggarakan latihan para dasar inspektur yang ada pada tingkat Korps Brimob Polri dan Satuan Brimob Polda yang dilanjutkan dengan pelatihan terjun payung Free fall.***

 

Majalah Teratai

Selengkapnya
10 Foto

Galeri Foto

Selengkapnya
Link Satuan Internal
 
Link Satuan Eksternal